Entri Populer

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Februari 2013

Kisi-Kisi Ujian Nasional SD/MI, SMP,MTs, SMA/SMK/MA Tahun Pelajaran 2012/2013



Tak terasa Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2012/2013 sudah diambang pintu, persiapkan diri kamu untuk menghadapinya. Selamat mempersiapkan Ujian Nasional semoga Ujian Tahun ini hasilnya akan lebih baik lagi. Amin 
Adapun kisi-kisi Ujian Nasional untuk SD/MI,SMP/MTS,SMA/SMK/MA bisa kamu download disini. Dengan adanya kisi-kisi ini dapat membantu kamu dalam belajar sehingga materi ujian yang akan kamu pelajari tepat sasaran.

Selasa, 05 Februari 2013

Tips Belajar Sebelum Ujian Nasional

Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2012/2013 memang sudah dekat untuk anak SMP/MTs sekitar bulan April 2013 minggu ke tiga. bagi kamu yang mau menghadapi Ujian Nasional khususnya dikalangan Pelajar SMU/SMA/MA/, SMP/MTs, SD/MI, saya punya tips agar kamu sukses dalam menghadapi Ujian Nasional :
  1. Buatlah suasana belajar dirumah yang menarik dan kondusif, sesekali belajar kelompok dirumah teman agar tidak bosan sambil memecahkan soal-soal yang diberikan oleh Bapak atau Ibu Guru kalian. Atau sambil mendengarkan musik.
  2. Pilihlah waktu belajar kamu yang tepat, jangan belajar disaat kondisi kamu sedang capai atau lelah, Biasanya waktu yang baik untuk belajar adalah pada saat pagi hari yakni pukul 04.00 pagi, karena pada wktu itu sedang sunyi-sunyinya jadi mudah untuk mencerna pelajaran atau materi yang sedang kita baca.
  3. Kembangkan Materi yang sudah kamu pelajari. Materi yang telah kamu pelajari di sekolah sesampai dirumah diulas kembali, dengan membaca atau membuat soal sendiri dengan angka yang berbeda khusunya untuk pelajaran Matematika.
  4. Mencatat pokok-pokok pelajaran yang telah kamu pelajari baik itu disekolah maupun dirumah.
  5. Belajarlah memahami materi pelajaran jangan cuma menghapal. Jika sudah paham kita mudah belajarnya. 
  6. Cari tahu format Ujian Nasional dan Carilah copian ujian nasional yang lalu.  Anda boleh gunakan Internet untuk memilih dari begitu banyak contoh-contoh soal UN.
  7. Istirahat yang cukup setiap malam, agar Anda bisa Fit pada hari ujian dan berdoalah setiap saat,agar semua persiapan sesuai yang diinginkan.

Minggu, 03 Februari 2013

Tokoh Cerita



Salah satu unsur pembangun cerita adalah penokohan. Penokohan mengandung pengertian cara pengarang menamoilkan tokoh-tokohnya, jenis-jenis tokoh, watak tokoh dan bagaimana watak tokoh itu digambarkan pengarang, agar pembaca mampu mengenal dan memahami tokoh cerita.

  1. Jenis tokoh Cerita
    Tokoh adalah pelaku yang mengalami peristiwa dalam cerita, sedangkan cara mengarang menampilkan tokoh-tokoh cerita disebut penokohan. Tokoh dalam cerita selalu mempunyai sifat, sikap, tingkah laku atau watak tertentu. Penjelasan menenai watak tokoh pelaku/tokoh cerita oleh pengarang disebut perwatakan. Ada beberapa jenis tokoh antara lain:
    1. Tokoh Prontagonis
      Tokoh prontagonis, yakni tokoh yang mendukung cerita. Biasanya tokoh prontagonis ini memiliki watak-watak yang baik. Misalnya sabar, jujur, bijaksana, rajin dan lainnya. 
    2. Tokoh Antagonis
      Tokoh antagonsi, yaitu tokoh yang menentang cerita. Artinya, tokoh antagonis menjadi lawan tokoh prontagonis. Tokoh ini biasanya memiliki watak-watak yang kurang baik. Kehadiran tokoh ini untuk menciptakan konflik atau pertentangan pada alur cerita. 
  2. Perwatakan
    Perlu kalian pahami perbedaan antara penokohan dan perwatakan. Penokohan berhubungan dengan cara pengarang menentukan dan memilih  tokoh-tokoh cerita, sedangkan perwatakan berhubungan dengan karakteristik/sifat, watak dan tingkah laku dari setiap tokoh. Tokoh-tokoh yang telah dipilih pengarang harus mewakili watak tertentu dari awal cerita sampai akhir cerita.
    Watak para tokoh dalam cerita dapat digambarkan dalam 3 dimensi/keadaan yakni :
    1. Keadaan Fisik
      Keadaan fisik tokoh meliputi: umur, jenis kelamin, ciri-ciri tubuh, suku bangsa, raut wajah, tinggi pendeknya, kurus atau gemuk dan lain-lain.
    2. Keadaan Psikis
      Keadaan psikis tokoh atau keadaan jiwa/rohani meliputi: kegemaran, emosinya, pandangan hidupnya, kecerdasan, kematangan berfikir dan yang lain. Semua itu dapat diihat secara nyata pada tingkah laku dan sikapnya dalam menghadapi suatu persoalan.
    3. Keadaan Sosiologis
      Yang dimaksud dengan keadaan sosiologis yakni menunjuk pada latar belakang kedudukan tokoh dalam masyarakat dan hubungnnya dengan tokoh-tokoh lain dalam cerita. Misalnya: jabatan, pekerjaan, dan keadaan sosial. Semua itu akan berpengaruh pada perilaku tokoh. Penampilan sebagai direktur perusahaan akan berbeda dengan tokoh petani atau pedagang.

Macam-macam Metode Pembelajaran



Jika anda seorang Pendidik (guru) tentunya menginginkan hasil pembelajarannya dapat diterima dengan baik  dan disukai oleh anak didiknya. Berikut adalah Bebagai macam metode pembelajaran yang bisa anda terapkan di kelas anda : 

  1. Metode Pembiasaan (Habit Forming) yang konsisten dan terprogram    Konsisten, dalam pembinaan akhlak, kemampuan berbahasa dan ritual ibadah. ( pembiasaan : sholat tertib dan tepat waktu, minggu bahasa, bersikap dan bertutur kata yang sopan)
    Terprogram, menjalankan kegiatan pembinaan secara rutin dan periodik ( pembiasaan : perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan).

  2. Metode Pembelajaran yang variatif, kreatif, inovatif, efektif dan aplikatif ; Variatif, dalam penggunaan berbagai media pembelajaran yang menunjang ( penggunaan lab. Audio-visual, musik, komputer, CD program interaktif dan lingkungan sekitar) Kreatif, mengemas sebuah pembelajaran yang menyenangkan ( merancang media atau pembelajaran yang memadukan belajar dan bermain edukatif ) Inovatif, mengembangkan dan mengolah sumber belajar lebih dinamis ( mengolah dan mengembangkan sumber belajar menjadi lebih efektif sebelum disajikan ) Efektif, dalam penggunaan media dan waktu belajar ( pemanfaatan media yang ada secara optimal dan alokasi waktu yang terbatas ) Aplikatif, mudah digunakan dan dilaksanakan untuk pemahaman ( program pembelajaran yang disesuaikan dengan sumber daya, situasi dan kondisi sekolah ).
  3. Metode Empirik (Learning by Doing)
    Melakukan pembelajaran praktek dalam laboratorium maupun di alam/lingkungan dengan penekanan siswa bereksperimen untuk dapat melakukan dan mengetahui.

  4. Metode Amanah Kausatif
    Digunakan untuk menanamkan sikap tanggungjawab bagi siswa akan apa-apa yang dikerjakan/dilakukan harus dipertanggungjawabkan secara individu maupun kelompok.
    ( penggunaan dan perawatan fasilitas sekolah, program sholat berjamaah, pergaulan dengan teman ).

  5.  Metode Pendekatan Personal (Human Aproach)
    Digunakan untuk mengatasi permasalahan individu dengan individu maupun kelompok dalam pergaulan sekolah, pembelajaran klasikal agar tercipta suasana yang kondusif.

Kamis, 31 Januari 2013

Contoh Proposal Rehabilitasi Ruang Kelas



LEMBAGA PENDIDIKAN MA’ARIF NU
MTs MA’ARIF PURWASARI
KECAMATAN WANAREJA KABUPATEN CILACAP
Jl.Bendung Manganti Km.03 Kode Pos.53265 Email : mts.maarif_wanareja@yahoo.com

Nomor : ......../MTs.MF/33.24/I/2013
Lamp    : 1 bendel
Hal       : Permohonan Bantuan





Kepada
Yth.Bapak Bupati Cilacap
Di Cilacap



Assalamu’alaikum Wr.Wb
Dengan hormat,
Dengan ini kami mengajukan permohonan Bantuan Rehabilitasi Ruang Kelas MTs Ma’arif Purwasari Kecamatan Wanareja Kab.Cilacap kepada Yang terhormat Bapak Bupati Cilacap sebesar Rp.20.000.000,- (Dua Puluh Juta rupiah).
Untuk lebih jelasnya tentang kegiatan dan riancian penunjang KBM dapat dibaca dalam proposal terlampir.
Demikian Permohoan ini dibuat, atas dikabulkannya permohonan ini diucapkan banyak terimakasih.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
                                                                       
                                                                                    Purwasari,25 Januari  2013
Mengetahui                                                       Kepala Sekolah
Ketua Komite                           


H.A.TRISNO                                                     MAHFUDIN,S.Pd.I,M.Pd.I
                                                                                    Nip.  –

                                                              Mengetahui

Kepala Desa Purwasari                                      Camat Wanareja
           
           
           
            .......................................                                 RUMBARWOTO,S.Sos.,M.Si
                                                                                    NIP.19610529 198308 1 002

Tembusan Kepada Yth:
1.Kabag Pembangunan Setda Cilacap
2.DPKAD Kab.Cilacap
3.Kementerian Agama Kab.cilacap
4.Arsip


EMBAGA PENDIDIKAN MA’ARIF NU
MTs MA’ARIF PURWASARI
KECAMATAN WANAREJA KABUPATEN CILACAP
Jl.Bendung Manganti Km.03 Kode Pos.53265 Email : mts.maarif_wanareja@yahoo.com




KATA PENGANTAR



Pendidikan tentunya tidak sekedar bagaimana mencerdaskan peserta didik tetapi bagaimana peserta didik mempunyai kemampuan, ketrampilan untuk masa yang akan datang. Pendidikan diberikan agar peserta didik kelak dapat mandiri sekaligus dapat beradaptasi, berguna bagi lingkungan/masyarakat, nusa dan bangsa serta agama. Mengingat begitu pentingnya pendidikan bagi peserta didik, maka pendidikan perlu ditangani secara serius baik oleh orang tua, sekolah, masyarakat maupun pemerintah/pemerintah daerah. Oleh karena itu pendidikan sangat memerlukan dana yang tidak sedikit guna menopang kebutuhan sarana dan prasarana yang memadai, khusunya ruang kelas.
Dalam kondisi yang seperti ini, apalagi daerah yang penduduknya miskin dan kemampuan sosial ekonominya lemah, maka perkembangan dan prestasi peserta didk kita amatlah terhambat. Masyarakat dan sekolah tidak dapat berbuat banyak apabila sudah menyangkut masalah dana.
Pendanaan untuk melengkapi sarana dan prasarana yang memadai menjadi sebuah persoalan yang sangat rumit. Proyek rehabilitasi ruang kelas yang diadakan oleh Pemerintah daerah Kabupaten Cilacap sangat membawa angin segar bagi MTs Ma’arif Purwasati Kec.Wanareja. Hal ini disebabkan karena kemampuan Pendanaan dari Komite Sekolah sangatlah minim.
Kami mengharap semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan dapat meningkatkan mutu pendidikan sesuai dengan yang diharapkan oleh Orang Tua, sekolah dan masyarakat serta pemerintah pada umumnya.
                                   
                                                           
                                                                        Purwasari,25 januari 2013
Kepala Sekolah



MAHFUDIN,S.Pd.I,M.Pd.I
NIP.  -



















A.LATAR BELAKANG MASALAH

          Dalam undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendiidkan Nasional menyebutkan bahwa ‘pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara’. Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan Nasional dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.
          Setiap warga negara berhak mendapatkan kesempatan meningkatkan pendidikan sepanjang hayat. Masyarakat berhak berperan serta dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluais program pendidikan. Masyarakat berkewajiban memberikan dukungan sumber daya dalam penyelenggaraan pendidikan.
          Dari uraian diatas, kami MTs Ma’arif Purwasari Kec.Wanareja tertarik untuk ikut serta mesnukseskan program pemerintah yaitu Wajib Belajar sembilan tahun (Wajar 9 tahun) yang perlu mendapatkan fasilitas yang memadai dibanding sekolah lain.

B.TUJUAN
          Meningkatkan partisipasi umat Islam dalam melaksanakan tugas pendidikan guna membentuk manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlakul karimah, cerdas dan trampil serta dapat melaksanakan paham ahlusunah wal jamaah dan bertanggungjawab akan kelangsungan hidup bangsa dalam negara serta utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

C.VISI
1.    Menjadikan satuan pendidkan sebagai lembaga yang terpercaya dan mampu menjadi perekat masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan
2.    Menjadikan satuan pendidikan sebagai pengendali dan pelaksana supervisi dalam akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan

D.MISI
1.    Mengarahkan, membantu dan membekali peserta didik untuk diprsiapkan sebagai generasi yang solih dan solihah dengan penanaman keagamaan, nilai-nilai sosial maupun nilai-nilai budaya guna terwujudnya pengalaman nilai-nilai ahlakul karimah.
2.    Mewujudkan peserta didik yang memiliki skill, cakap, kreatif dan inovatif.

E.WAKTU DAN TEMPAT BKM
          Tahun Pelajaran 2012/2013 proses kegiatan  belajar mengajar MTs Ma’arif Purwasari mendidik peserta didik sebanyak 184 anak, dilaksanakan pada waktu pagi hari, yaitu pukul 07.00 sampai dengan pukul 13.30 WIB setiap hari kerja (Senin s/d Sabtu).

F.PENUTUP
          Besar harapan kami atas perhatian dan partisipasi pemerintah daerah yang telah ikut mensukseskan program ini, demikian juga peran serta semua warga masyarakat yang peduli terhadap pendidikan.



                                                                        Purwasari,25 Januari 2013
Kepala Sekolah




MAHFUDIN,S.Pd.I,M.Pd.I
                                                                        NIP.  –















BAB I
PENGUSULAN REHABILITASI RUANG KELAS
MTs MA’ARIF PURWASARI KEC.WANAREJA KAB.CILACAP
TAHUN 2013

1.    Identitas Sekolah                    :
a.    Nama Sekolah            : MTs Ma’arif Purwasari
b.    Alamat                         : Jl.Bendung Manganti Km.03 Kode Pos.53265
c.    Kecamatan                 : Wanareja
d.    Kabupaten                   : Cilacap
e.    Provinsi                       : Jawa tengah
f.     Jenjang Akreditasi      : Terakreditasi “B”
2.    Jenis Usulan Kegiatan            : Rehabilitasi Ruang kelas
3.    Banyaknya                              : 1 ruang kelas
4.    Uraian singkat mengenai pentingnya usulan dikaitkan dengan upaya meningkatkan mutu pendidikan pada Madrasah dalam rangka Wajar 9 tahun. Dengan adanya kebijakan pemerintah yang mencanangkan Wajar Dikdas 9 tahun serta adanya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan dunia pendidikan khususnya pendidikan dasar dan menengah menuntut kesiapan institusi dan para pengelola pendidikan dalam menyediakan berbagai sarana penunjang guna memenuhi tuntutan tersebut. Kenyataan saan ini terjadi kesenjangan antara jumlah sarana dan prasarana dengan jumlah siswa yang mengakibatkan rendahnya kualitas pelayanan pendidikan dengan mutu pendidikan yang dihasilkan menjadi kurang memadai, oleh karena itu menjadi suatu keharusan bagi setiap institusi dan pengelola pendidikan untuk selalu meningkatkan sualitas layanan pendidikan kepada masyarakat. Oleh sebab itu dukungan dari pemerintah, orang tua siswa dan masyarakat pada umumnya sangat diharapkan.


Purwasari,25 Januari 2013
Kepala Sekolah




MAHFUDIN,S.Pd.I,M.Pd.I
NIP. –
















BAB II
DATA PENDUKUNG LAINYA


A.    Ruang Kelas dan Rombongan Belajar
Jumlah rombongan belajar masing-masing tingkat adalah
Kelas VII          : 2 rombel        Kondisi            : Rusak ringan
Kelas VIII         : 2 rombel        Kondisi            : Rusak berat
Kelas IX           : 2 rombel        Kondisi            : Baik
Jumlah                        : 6 rombel
B.    Luas lahan
a.    Luas tanah semuanya            : 710 m2
b.    Luas tanah yang digunakan    : 351 m2
c.    Bangunan lainnya                   : 109 m2
d.    Areal lahan pengembangan    : 250 m2
e.    Status Tanah                           : Wakaf bersertifikat
C.   Target dan Sasaran
a.    Anak memiliki ruang belajar yang nyaman dan memadai
b.    Ketercukupan media sarana dan prasarana kelas yang menyenangkan
c.    Kualitas output pendidikan sehingga lulusan MTs Ma’arif Purwasari dapat melanjutkan sekolah ke jenjang yang lenbih tinggi lagi
d.    Komponen sekolah merupakan abdi negara yang berdaya guna dan profesional
e.    Pelayanan prima kepada wali murid, masyarakat dan pemerintah.




Purwasari,25 Januari 2013
Kepala Sekolah




MAHFUDIN,S.Pd.I,M.Pd.I
NIP. –
























BAB III
PELAKSANAAN KEGIATAN


A.    Waktu Pelaksanaan
Waktu pelaksanaan pekerjaan diharapkan dapat diselesaikan dalam waktu paling lambat enam puluh hari kalender.
B.    Langkah-langkah Kegiatan
a.    Tahap persiapan
b.    Tahap pelaksanaan dan pengawasan pekerjaan
c.    Tahap pemeriksaan kualitas
d.    Tahap pemeliharaan
C.   Kepanitiaan
Komite Pembangunan yang bertanggungjawab atas kelancaran pelaksanaan rehabilitasi, keanggotaanya terdiri dari unsur dewn guru, komite sekolah, wali murid dan tokoh masyarakat sekitar. Adapun penjelasan mengenai susunan panitia tercantum dalam tables seperti berikut ini:
No
Nama
Jabatan
Jabatan Dalam Panitia Rehabilitasi Gedung
1
Mahfudin,S.Pd.I,M.Pd.I
Kepala Sekolah
Penanggungjawab
2
H.A.Trisno
Ketua Komite
Ketua
3
Bahrudin,S.Pd.SD
Kepala TU
Sekertaris
4
Nastiti,S.Ag
Guru
Bendahara
5
H.Lasiman
Anggota Komite
Anggota
6
H.Slamet
Anggota Komite
Anggota




Purwasari,25 Januari 2013
Kepala Sekolah




MAHFUDIN,S.Pd.I,M.Pd.I
NIP. –














BAB IV
PENUTUP



Demikian proposal ini kami sampaikan, harapan kami semoga Bapak Bupati Cilacap berkenan memberikan bantuan ini kepada MTs Ma’arif Purwasari Kec.Wanareja. Sebagai salah satu pertimbangan bapak dalam menyalurkan program bantuan ini, dengan ini kami sertakan / lampirkan :
1.    Profil Sekolah
2.    Rencana Anggaran Belanja
3.    Foto kopi Rekening BPD
4.    Foto Kopi sertifikat tanah
5.    Foto kopi Akte Pendirian Madrasah
6.    Foto kopi Piagam Akreditasi
7.    Foto kopi piagam-piagam prestasi sekolah.


Purwasari,25 Januari 2013
Kepala Sekolah




MAHFUDIN,S.Pd.I,M.Pd.I
NIP. –




Cara Membuat Pantun



Pada pstingan sebelumnya telah dijelaskan, bahwa pantun memiliki ciri tertentu. Oleh karen itu, apabila kamu membuat pantun, kamu harus memenuhi ciri-ciri tersebut. Ikutilah langkah-langkah berikut ini agar kamu mudah membuat pantun :
  1. Membuat sampiran
    1. Buatlah terlebih dahulu baris pertama dan kedua sebagai sampiran. Jangan lupa bunyi akhir dari baris pertama berbeda dengan bunyi akhir baris kedua.
    2. Carilah kata-kata yang mudah kamu pahami maknanya.
    3. Kata-kata yang kamu pilih dapat dari kelompok kata benda. Misalnya, dari kelompok kata bunga, buah, nama kota atau benda apa saja yang kamu ketahui.
    4. Kata-kata tersebut rangkailah dengan kata kerja atau sifat.
    5. Seperti contoh :
      Buah manggis rasanya manis   bunyi akhiran i
      Dibelah dua putih isinya          bunyi akhiran a
      .........................................
      .........................................
  2. Membuat puisi
    1. Renungkanlah baris ketiga dan keempat sebagai isinya.
    2. Jangan lupa bunyi akhir ketiga sama dengan bunyi akhir baris pertama.
    3. Sedangkan bunyi akhir baris keempat sama dengan bunyi akhir baris kedua.
    4. Contoh :
      .....................................
      .....................................
      Anak sekolah jangan menangis   bunyi akhir i sama dg baris pertama
      Kalau menangis merah matanya  bunyi akhir a sama dg baris kedua
  3. Hitunglah jumlah suku kata setiap barisnya. Pantun memiliki ciri setiap baris terdiri dari 8 sampai 12 suku kata. Apabila belum mencapai sedikitnya 8 suku kata, maka kamu harus menambah suku kata/kata yang tepat dalam baris tersebut.

    Buah manggis rasanya manis       (9 suku kata)
    Dibelah dua putih isinya              (10 suku kata)
    Anak sekolah jangan menangis     (10 suku kata)
    Kalau menangis merah matanya    (10 suku kata)
  4. Langkah terakhir, amati dan teliltilah setiap kata yang kamu susun menjadi baris . Sempurnakan dengan menulis kata-kata yang indah dan maknanya tidak jauh berbeda.

    Label